
NGGAK nyangka Sajama Cut langsung ngerilis 2 single lagi selepas Manimal kemarin. Meski tidak bertatap muka secara langsung, jawaban-jawaban cerdas yang diwakili oleh sang vokalis Marcel Thee mengenai latar belakang dirilisnya 2 single yang berhubungan dengan isu situasi terkini nggak mengurangi kedekatan Aplaus dengan mereka. It‘s all!
Kalau Poral Molice itu ditunjukkan untuk pemerintah CQ ( Casu Quo ) Menkominfo, lantasTwice bercerita tentang apa nih? Seperti mayoritas lagu kami, Twice tidak memiliki satu topik khusus yang dibahas oleh setiap liriknya. Kami lebih senang kalau orang memiliki intrepetasinya sendiri terhadap setiap lagu Sajama Cut. Tapi benang merah di lagu tersebut adalah perasaan meninggalkan tahap hidup yang lama menuju tahap hidup yang baru, dan menerima semua tanggungjawab dan kesenangan yang ditawarkan tahap baru tersebut dengan lapang dada.
Lantas secara musikalitas, apa yang baru dari sini ya? Manimal lebih variatif dibanding album kami yang sebelumnya: lebih banyak eksperimentasi dalam aransemen dan penuturan lirik. Banyak penggunaan instrumen-instrumen yang tidak begitu familiar bagi kami. Semuanya lebih ‘naif‘, tapi secara sengaja.
Nah, kalau Radiohead kemarin membuat konsep download dan bayar sesuka fans sebagai solusi alternatif terhadap pembajakan, apa yang menjadi latar belakang Sajama Cut merilis 2 single gratis? Apa ini ancang-ancang untuk ngerilis album terbaru nanti atau rencana besar lainnya? Kami rasa ini menjadi era baru dalam bermusik dan berseni. Medium distribusi cara lama seperti label rekaman dan tangan-tangan marketing sudah tidak memilki greget dan jangkauan yang sama. Selain itu, kami percaya bahwa seni pada esensinya berbentuk kebebasan. Semua hal-hal yang berhubungan, misalnya menjadi dikenal, hanyalah efek-efek samping semata. Perilisan album secara gratis tidak banyak bedanya dengan era 80-an dimana banyak fans musik yang mungkin tidak memiliki cukup uang untuk membeli album terpaksa merekam lagu-lagu favorit mereka dari radio dengan kaset kosong. Sebuah revolusi dimana pada akhirnya musik yang berintegritas yang akan bertahan.
Dari list lagu-lagu kalian, lagu mana yang paling bisa membangkitkan kekompakan menjadi kenangan terindah? Secara pribadi, saya merasa Twice adalah salah satu lagu terbaik yang pernah kami buat. Juga sangat menyenangkan untuk dibawa ‘live‘, he-he-he...
Lantas biasanya berapa lama waktu yang dibutuhkan Sajama Cut untuk bersiap-siap ke suatu acara (yang tentunya di acara tersebut kalian akan tampil di pentas)? Tergantung lokasi dan kesibukan kami pada hari itu. Biasanya hanya beberapa jam.
Kalian pernah nggak punya pengalaman tak terlupakan waktu di atas panggung? Saya pribadi menganggap semua panggung tak terlupakan. Mungkin ada beberapa acara yang lebihmemorable tapi belum ada yang benar-benar loncat dari pikiran.
Seandainya memenangkan awards untuk kategori musik indie terbaik dan terfavorit, di mana kalian akan meletakkan penghargaan tersebut? Kami kurang perduli dengan penghargaan-penghargaan kecuali tepukan di pundak dari beberapa musisi yang kami respek. Jadi mungkin di kamar game saja beserta hiburan ringan lainnya.
Bicara soal musik indie lagi, ada musisi indie yang pengen diajak kerja sama? Banyak. Saya pribadi menyukai Duck Dive, Svarghie, Adrian Adioetomo, Klepto Opera, Crowded Room. Mungkin suatu hari nanti.
Oh, ya, ada nggak rencana merambah ke bidang lain selain musik? Saya pribadi masih sering menulis dan berencana menulis buku sebelum akhir tahun ini mengenaiscene indie lokal. Saya juga aktif di bidang webzine, seperti Deathrockstar yang dulu saya buat bersama Eric Wiryanata, dan webzine baru saya Cultural Glitch, yang akan segera diluncurkan. Melukis dan menggambar juga jadi bagian dari keseharian saya.
Kalau waktu luang, kalian sering sama-sama nggak ? Lumayan, tapi karena kesibukan pribadi kami masing-masing, jadi semakin sulit untuk sering bersama-sama.
In Box Fast Facts‘ Sajama Cut! - Tiga (3) orang yang paling ingin mereka ikuti di Twitter adalah 50 Cent, Leadbelly, GZA. - Tiga buku bagus yang mereka rekomendasikan kepada pembaca Indonesia adalah The God Delusion(Richard Dawkins), Letters to a Christian Nation (Sam Harris), Breaking the Spell (Daniell C Dennet). - Dan public figure dengan gaya bermusik yang paling mereka senangi adalah Fela Kuti dan Jad Fair.
No comments:
Post a Comment